Kumpulan Kotbah

play timikaGembala Keuskupan Timika dalam kotbah Misa Kudus, mewartakan kabar gembira Tuhan dan perenungan akan Kasih dan CintaNya. Mari Mendengarkan Kumpulan Kotbah

Profil Paroki

profil paroki timikaKatedral Tiga Raja. Dengan konsep, desain penuh nilai Biblis dan Anthropologis, menjadi bagian penting sejarah Keuskupan serta Ikon Kota Timika. Baca Profil Selengkapnya

Pantang & Puasa

suratKeuskupan Timika menerbitkan Informasi ; Peraturan Pantang & Puasa Keuskupan Timika Tahun 2016. Baca Selengkapnya

USKUP: "TIMIKA IBARAT TANAH TERJANJI"

Tanah terjanji"Timika ini sering disebut "kota dolar" artinya kota yang kaya, punya banyak uang. Timika terkenal kaya raya bukan hanya karena ada Freeport tatapi memang alamnya sungguh berlimpah kekayaan. Timika ini ibarat tanah terjanji", demikian ungkap Mgr. John Philip Saklil dalam kotbah Minggu 6 Maret 2016 di Gereja Katedral Tiga Raja Timika. Menurut Uskup, banyak orang dari luar datang ke Timika ini dengan modal yang kecil tetapi mereka berusaha dan tau mengelola uang sehingga bisa menjadi kaya. Berbeda dengan orang Timika sendiri. Banyak orang Timika punya banyak uang karena dapat dari Freeport, bantuan pemerintah, atau hasil jual tanah adat. Tetapi dengan uang yang banyak itu mereka pergi ke kota-kota besar, hambur uang di sana, tidur di hotel mewah, mabuk-mabukan, foya-foya dengan para pelacur, sampai uang habis baru pulang Timika, hidup miskin lagi. Cara hidup seperti itu, menurut Uskup, sama seperti kelakuan "anak bungsu" dalam kisah Injil Lukas yang dibacakan dalam Misa Minggu ini (bdk.Luk.15:1-3.11-32).

Cara hidup demikian sangat merugikan diri sendiri, keluarga, juga masyarakat. Untuk itu perlu pertobatan yakni kembali ke tanah sendiri yang sudah dianugerahi kelimpahan kekayaan untuk bekerja dengan tekun agar bisa hidup makmur, makan dari hasil keringat sendiri. Hal ini sama seperti dilakukan bangsa Israel yang setelah pengembaraan di padang gurun mereka tiba di tanah terjanji, mulai bekerja hingga makan hasil tanah terjanji, tidak bergantung lagi pada "manna", yakni roti pemberian Yahwe (bdk. Yos.5:9-12). Timika ini, menurut Uskup, adalah tanah terjanji yang penuh kelimpahan kekayaan. Asalkan orang mau berusaha, gampang dapat uang, dan kalau pintar mengatur uang pasti berhasil. Uskup memberi contoh; "seorang tukang ojek, pada hari yang sepi penumpang, ia bisa mendapat Rp. 100.000. Berarti dalam satu bulan yang sepi penumpang ia bisa mengantongi Rp. 3.000.000. Itu pada saat sepi. Kalau saat ramai bisa jadi 2-3 kali lipat penghasilannya". Itu sebabnya banyak orang datang ke Timika ini cukup dengan modal ojek, sudah bisa jadi kaya, asal bisa menggunakan uang secara benar, bukan untuk berfoya-foya. (Admin)

Warta Keuskupan

PELATIHAN JURNALISTIK KAUM MUDA WILAYAH DEKENAT MIMIKA AGIMUGA DAN MONI PUNCAK J...

Senin, 23 Mei 2016

Dalam memperingati Hari Komsos Sedunia ke-50 yang jatuh tanggal 8 Mei, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Timika melaksanakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Kaum Muda Keuskupan Timika Tahun 2016. Kegi...

JOHN GIYAI: KOMSOS KEUSKUPAN TIMIKA MENGADAKAN PELATIHAN JURNALISTIK

Senin, 23 Mei 2016

TIMIKA- Dalam rangka mengikuti perkembangan jaman yang semalin pesat dengan dunia Teknologi Komunikasi dan informasi, maka Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Mimika menyusun beberapa program...

LOMBA MANCING AKHIRI RANGKAIAN KEGIATAN HUT KE-12 KEUSKUPAN TIMIKA

Selasa, 03 Mei 2016
LOMBA MANCING AKHIRI RANGKAIAN KEGIATAN HUT KE-12 KEUSKUPAN TIMIKA

Rangkaian acara HUT ke-12 Keuskupan Timika yang digelar sejak awal April 2016 akhirnya ditutup dengan lomba mancing pada Minggu 1 Mei 2016. Lomba mancing yang berlansung di kolam ikan, belakang rumah...

MENYONGSONG HUT KE-12 KEUSKUPAN TIMIKA

Kamis, 31 Maret 2016
MENYONGSONG HUT KE-12 KEUSKUPAN TIMIKA

PANTANG MENYERAH MENYIAPKAN JALAN TUHAN Keuskupan Timika akan mencapai usia 12 tahun pada tanggal 18 April 2016. Pada moment yang istimewa ini akan diadakan kegiatan-kegiatan untuk menjalin keakraban...

KETUA BP YPPK : PERLU KERJASAMA DALAM MEMBANGUN DEIYAI SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN

Senin, 14 Maret 2016
KETUA BP YPPK : PERLU KERJASAMA DALAM MEMBANGUN DEIYAI SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN

  “Kalau Kabupaten Deiyai dijadikan kota pendidikan, maka dibutuhkan kerjasama antara Pemerintah dengan Swasta yang bergerak dalam bidang pendidikan,” pesan Ketua BP YPPK Tillemans, Pastor Marth...

SEKOLAH YPPK ADALAH MILIK UMAT, BUKAN MILIK YAYASAN

Senin, 14 Maret 2016
SEKOLAH YPPK ADALAH MILIK UMAT, BUKAN MILIK YAYASAN

   “Pengurus YPPK Tillemans hanya mengelola dan menyelenggarakan sekolah-sekolah milik Keuskupan, milik Paroki, milik Stase, milik Umat, maka umat dan Pengurus Paroki/Stase perlu memperhati...

MASUK NERAKA DAN SURGA SAJA BAYAR DENGAN UANG, APALAGI PENDIDIKAN

Senin, 14 Maret 2016
MASUK NERAKA DAN SURGA SAJA BAYAR DENGAN UANG, APALAGI PENDIDIKAN

   “Jangan merasa berat dengan biaya-biaya yang ditentukan oleh Pimpinan YPPK Tillemans untuk membangun pendidikan di wilayah Keuskupan Timika, khususnya di Kabupaten Dogiyai, karena masuk...

USKUP: "TIMIKA IBARAT TANAH TERJANJI"

Kamis, 10 Maret 2016
USKUP: "TIMIKA IBARAT TANAH TERJANJI"

"Timika ini sering disebut "kota dolar" artinya kota yang kaya, punya banyak uang. Timika terkenal kaya raya bukan hanya karena ada Freeport tatapi memang alamnya sungguh berlimpah kekayaan. Timika in...

«
||
»